:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2265570/original/019668100_1530514281-20180702-Harga-Pertamax-Naik-di-Semua-Daerah--TALLO-6.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan bakar minyak Biodesel B20 (biodiesel 20 persen) diklaim akan lebih menguntungkan terhadap kinerja mesin Diesel dan lebih ramah lingkungan.
Namun begitu, program mandatori biodiesel ini akan berkembang lagi dimana bahan bakar minyak akan ditambah 30 persen dengan menggunakan bahan bakar nabati yang berasal dari minyak kelapa sawit atau B30.
Kabarnya, biodiesel B30 yang disebut-sebut memiliki standar seperti Euro4 akan diimplementasikan pada 2021 dan diuji lebih cepat, yaitu awal 2019 mendatang.
"Jadi ada pemikiran kenapa tidak sekalian saja, nanti daripada tes lagi di waktu berbeda,” ujar Direktur Industri Maritim Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, di acara diskusi Roadmap Kebijakan Biodisel di Indonesia oleh Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), di The Hook, Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Menurut Putu, pada dasarnya untuk pengujian B30 sudah dimulai akhir tahun ini dengan persiapan mencapai 80-90 persen. Artinya sisa persiapan agar pengujian berlangsung hanya sekitar 10 persen.
“Kalau (pengujian dilakukan) Desember agendanya terlalu lama, maka kami akan mulai Januari,” ucapnya. Namun sayang, untuk detail waktu pengujian Putu belum mau mengatakan.
https://ift.tt/2Rlq8oG
November 28, 2018 at 02:02PM from Berita Hari Ini Terbaru Terkini - Kabar Harian Indonesia | Liputan6.com https://ift.tt/2Rlq8oG
via IFTTT
No comments:
Post a Comment